Selasa, 26 Februari 2013

DASAR-DASAR FOTOGRAFI UNTUK PEMULA

Bagi para penyuka, penghobi atau pecinta fotografi pasti sudah taahu pada saat ingin menjepretkan lensa pada bidang foto yang menjadi objeknya. Akan tetapi buat para pemula pasti akan sangat kesulitan untuk menentukan mau mebuat foto seperti apa. Karena pastinya perlu diketahui terlebih dahulu dasar-dasar fotografi. kali ini gw ingin share sedikit mengenai belajar fotografi serta dasar-dasarnya untuk para pemula dan yang baru menggeluti hobi di dunia fotografi.

Fotografi berasal dari bahasa Latin, yaitu: photos, photos adalah cahaya atau sinar. sedangkan grafi atau graphien, yaitu gambar atau bentuk. jadi fotografi secara luas adalah menulis, menggambar atau melukis dengan menggunakan cahaya. Sobat pasti sudah tahu dong alat apa yang digunakan dengan cahaya! yap, bener banget yaitu kamera. Karena untuk menggambar atau melukis dengan cahaya kita membutuhkan kamera, maka sudah pasti kita harus benar-benar menguasai alat tersebut serta tegnik-tehnik dasarnya.


Tehnik Dasar Belajar Fotografi Untuk Pemula

- Fokus

Fokus adalah titik api atau titik fokus. Titik dimana letak ketajaman utama diletakkan, dimana pada kamera ditetapkan pada titik-titik yang ada  pada view vinder (lubang intip) atau pada LCD (Live View) di era kamera digital sekarang.

- Shutter Speed

Shutter Speed adalah tirai yang bergerak turun naik di dalam kamera yang berfungsi untuk berapa lama sensor akan disinari. Shutter Speed memiliki satuan dengan angka:
B-1-2-4-8-15-30-60-125-250-500-1000-2000. Besar kecilnya satuan Shutter Speed dapat ditentukan sendiri dengan mengatur besar kecilnya satuan speed serta besarnya Diafragma/Aperture.

- Diafragma/Aperture

Diafragma adalah lubang dalam lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Diafragma memiliki satuan angka, setiap lensa memiliki bukaan diafragma yang berbeda. Biasanya ukuran Diafragma dimulai dengan angka 2.8-4-5.6-8-11-16-22. Namun ada beberapa lensa yang memiliki bukaan diafragma yang lebih besar, contohnya lensa fixed atau lensa EF 50mm f/1.8 atau EF 50mm f/1.2L milik canon. Besar kecilnya bukaan diafragma yang kita pilih akan menghasilkan foto yang berbeda. Bukaan diafragma yang kecil akan menghasilkan ruang tajam yang luas. Sedangkan bukaan diafragma yang besar akan membuat ruang tajam yang sempit (blur/bokeh). Atau mudahnya, Diafragma atau aperture artinya bukaan lensa. efeknya, makin besar bukaan, maka makin besar kecepatan yang dibutuhkan, speed yang dibutuhkan makin tinggi . Efek lainnya, makin besar bukaan, makin sempit ruang tajamnya, artinya makin besar efek blur yang didapat untuk daerah diluar ruang tajam yang fokus.


foto dengan bukaan diafragma sempit f/8 semua sudut tetap tajam





foto dengan bukaan diafragma besar f/2 BG tampak Blur


 - ISO

ISO adalah standard kategori film atau yang dulu biasa disebut ASA ( American Standard Association) yang mengindikasikan besar kepekaan sensor terhadap cahaya. Semakin kecil angka ISO, semakin rendah kepekaannya terhadap cahaya. Kepekaan cahaya ini sangat menjadi prioritas dalam pemotretan. Biasanya bila kita ingin memotret pada suasana cahaya yang terang maka, kita dianjurkan memakai ISO 100 atau film dengan kecepatan rendah. Ukuran ISO pada kamera ada berbagai jenis ukuran, yaitu:
100-200-400-800-1600-3200-6400 dan 12800.

Demikian sedikit info tentang dasar-dasar fotografi dari saya. baca juga artikel saya yang lainnya yang saya akan share di kesempatan berikutnya. tetap semangat, belajar dan berimajinasi di dunia fotografi.


Salam jepret

1 komentar:

  1. The Best Baccarat games - William Hill, Pools & Table Games
    Here's a guide to playing baccarat in Vegas on William Hill. We'll worrione share a list of all of หาเงินออนไลน์ the 카지노 top online casinos available in Vegas.

    BalasHapus