Rabu, 27 Februari 2013

Jenis-Jenis Lensa Dan Bagaimana Memilihnya sesuai Dengan Kebutuhan

Jajaran lensa Canon  Source: Google
Kalo ngomongin fotografi  dengan memakai kamera DSLR pasti gak akan ada habisnya apalagi kalo mengenai peralatan-peralatan pendukungnya. Selain kamera ada lagi pelengkap untuk menemani siy kamera ini, contoh: lensa, filter, flash, tas, tripod, perlengkapan lighting dan lain-lain. Kali ini gw pengen ngebahas tentang lensa, lensa adalah perangkat wajib yang harus kita miliki bila ingin terjun ke dunia fotografi digital sekarang. Karena gak mungkin dong kita bisa jepret suatu objek tanpa menggunkan lensa bila menggunakan kamera DSLR. Ibarat mahluk hidup yang selalu berpasangan lensa adalah jodohnya siy kamera DSLR, keduanya saling melengkapi satu sama lain. Lensa kamera berfungsi sebagai sebuah mata bagi kamera DSLR, hal yang paling utama dalam menentukan apa dan bagaimana kamera anda akan melihat subjek anda dan seberapa baik pandangan yang ditransmisikan ke chip sensor kamera. Hal yang terdengar sangat mahal, iya... lensa terkadang amat mahal  yang harganya bahkan dapat mengalahkan body kaemra DSLR itu sendiri. Hal tersebut sangatlah wajar, karena perkembangan fotografi lebih banyak didedikasikan untuk mengembangkan teknologi lensa agar semakin baik. Saat anda memutuskan untuk membeli sebuah lensa jangan abaikan juga sisi ekonomisnya atau melakukan sebuah penghematan. Hal bijak tentunyabila kita mengkombinasikan prinsip"Lensa sebaik-baiknya dengan harga sebagus-bagusnya" yang tentunya dalam acuan kebutuhan.

Berikut beberapa pertimbangan dalam memilih lensa yang tentunya ,asih secara umum (bukan kebutuhan khusus). Mungkin saja beberapa pertimbangan ini dapat membantu Anda dalam memilih  lensa yang efektif sesuai kebutuhan Anda.

Pada kamera DSLR, panjang fokus lensa (Focal Length) merupakan hal yang dijadikan ukuran dalam membedakan jenis lensa, yaitu jarak antara lensa dan sensor gambar, biasanya diukur dalam satuan milimeter. Lensa dapat diklasifikasikan menjadi subkelompok, contoh: Lensa prime, Lensa makro, Lensa normal, Lensa wide angle, Lensa telephoto, dan Lensa zoom. Ukuran lensa juga disebutkan dalam nilai f-stop yaitu seperti lensa 50mm f/2 atau lensa 50mm f/1.2. Kita akan uraikan sedikit  satu persatu disini.

Lensa Prime

Lensa prime merupakan lensa yang memiliki panjang fokus lensa yang tetap, contoh lensa 50mm f/1.4. Karena panjang fokus yang tetap, maka tidak akan melakukan zooming, dan terpaksa harus mendekati atau menjauhi objek bila ingin menyesuaikan frame. Keuntungan dari lensa prime adalah kedalaman fokus (Depth of Field) yang lebih tajam dan lebih cepat, Anda mungkin akan mendapatkan background Blur atau Bokeh yang sangat halus. Kebutuhan lensa ini utnuk melakukan pemotretan objek yang terkondisikan atau objek yang dalam kontrol Anda, misalnya, Foto modelling.

Lensa prime Canon EF 50mm f/1.8  (source: Google)
 
Lensa Makro

Lensa makro adalah lensa yang digunakan untuk melakukan pemotretan objek yang sangat dekat (kurang dari 15cm dari objek), terkadang lensa makro dapat mengambil objek dalam jarak 0mm. Penggunaan lensa makro akan membentuk gambar yang sangat detail dan mendramatisir. Terkadang digunakan untuk extreme close up pada objek kecil seperti serangga, bunga, produk-produk advertising dan lain-lain.

Lensa Makro Canon EF 100mm f/2.8L USM  (Source: Google)

Lensa Normal

Lensa normal merupakan lensa yang mencoba untuk meniru bagaimana mata manusia melihat dan merupakan lensa yang paling serbaguna yang dapat Anda gunakan. Beberapa contoh lensa normal adalah lensa 35mm dan 50mm
Lensa Wide-Angle

Merupakan lensa yang memiliki panjang fokus pendek. Focal length yang pendek ini akan menghasilkan efek visual "mendorong" objek menjauh dari Anda dan membuatnya terlihat lebih kecil.  Keindahan lensa wide-angle adalah Anda dapat relatif dekat dengan objek Anda saat pengambilan gambar, dan tetap mendapatkan latar belakang horizontal  yang sangat lebar. Contoh lensanya adalah 16-35mm dan 17-40mm Canon.

Lensa Wide-Angle Canon EF 16-35mm/f2.8L USM   (Source: Google)

Lensa Telephoto

Lensa tele memiliki focal length yang panjang (secara fisik pun lensa tersebut akan sangat panjang), biasanya 100mm atau lebih. Sebuah lensa dengan focal length panjang akan membawa objek lebih dekat dengan Anda dan meningkatkan ukuran objek dalam frame. Contoh lensa adalah 100mm, 250mm, 300mm, 400mm, 600mm,800mm. Apa Anda pernah melihat fotografer sport yang berjejer di pinggir lapangan sepakbola. Bila sebuah foto seorang pemain sepakbola sedang berlari  menggiring bola muncul pada halaman muka sebuah surat kabar sudah bisa dipastikan, foto tersebut diambil dari pinggiran lapangan sepakbola dengan menggunakan lensa tele.
Lensa Telephoto Canon EF 300mm, 400mm, 500mm, 600mm  (Source: Google)
Lensa Zoom

Lensa zoom merupakan lensa yang paling istimewa karena bisa sangat fleksibel. Jenis lensa bervariasi dalam panjang fokus interval.  Biasanya cukup jauh, misal 18-55mm, 24-70mm, atau 18-200mm, bahkan 70-300mm. Fleksibilitas yang ditawarkan juga seperti wide-angle, tele, dan wide-angle ke telephoto. Dengan lensa zoom, kita dapat menggunakannya dalam segala situasi. Ukuran focal length pada lensa zoom biasanya selalu diikuti oleh interval  nilai f-stop, contohmya adalah 24-300mm f/3.5-5.6 yang berarti f-stop terendah pada kisaran 24mm dapat menghadirkan f-stop hingga f3.5 dan ketika zoom untuk 300mm f-stop terendah yang dapat dihadirkan hanya f5.6. namun ada sebagian lensa yang dapat menghadirkan f-stop tetap pada seluruh rentang lensa, misalnya 18-55mm f/2.8, yang berarti f-stop dapat tetap konstan dalam zoom in terjauh dan zoom out terdekat. jenis lensa ini biasanya sangat mahal, namun layak dibeli bila memang kita punya kelebihan dana, hal yang cukup pantas dimiliki sesuai dengan kualitas gambar yang dihasilkan.

Lensa Zoom canon EFS 55-250mm  (Source: Google)

Lensa Zoom Canon EFS 18-55mm  (Source: Google)

Ketika belanja lensa zoom, jangan lupa selalu memeriksa penilaian kisaran f-stop. Lensa zoom dapat memberikan fleksibilitas semua dalam satu lensa.

Memahami kelompok-kelompok yang berbeda dari lensa dapat membantu anda membuat keputusan yang lebih tepat, yaitu tentang untuk apa sebuah lensa Anda beli. Apakah sesuai dengan kebutuhan anda dalam periode waktu tertentu. Mengapa demikian? Karena pada akhirnya seorang fotografer harus memiliki banyak jenis lensa seiring dengan perkembangan pelayanannya pada dunia fotografi profesional.

Saran saya belilah lensa sesuai dengan kebutuhan Anda. jangan sampai membuang uang anda dengan sia-sia. Sampai ketemu di artikel berikutnya.



Source: Classphotography

Selasa, 26 Februari 2013

DASAR-DASAR FOTOGRAFI UNTUK PEMULA

Bagi para penyuka, penghobi atau pecinta fotografi pasti sudah taahu pada saat ingin menjepretkan lensa pada bidang foto yang menjadi objeknya. Akan tetapi buat para pemula pasti akan sangat kesulitan untuk menentukan mau mebuat foto seperti apa. Karena pastinya perlu diketahui terlebih dahulu dasar-dasar fotografi. kali ini gw ingin share sedikit mengenai belajar fotografi serta dasar-dasarnya untuk para pemula dan yang baru menggeluti hobi di dunia fotografi.

Fotografi berasal dari bahasa Latin, yaitu: photos, photos adalah cahaya atau sinar. sedangkan grafi atau graphien, yaitu gambar atau bentuk. jadi fotografi secara luas adalah menulis, menggambar atau melukis dengan menggunakan cahaya. Sobat pasti sudah tahu dong alat apa yang digunakan dengan cahaya! yap, bener banget yaitu kamera. Karena untuk menggambar atau melukis dengan cahaya kita membutuhkan kamera, maka sudah pasti kita harus benar-benar menguasai alat tersebut serta tegnik-tehnik dasarnya.


Tehnik Dasar Belajar Fotografi Untuk Pemula

- Fokus

Fokus adalah titik api atau titik fokus. Titik dimana letak ketajaman utama diletakkan, dimana pada kamera ditetapkan pada titik-titik yang ada  pada view vinder (lubang intip) atau pada LCD (Live View) di era kamera digital sekarang.

- Shutter Speed

Shutter Speed adalah tirai yang bergerak turun naik di dalam kamera yang berfungsi untuk berapa lama sensor akan disinari. Shutter Speed memiliki satuan dengan angka:
B-1-2-4-8-15-30-60-125-250-500-1000-2000. Besar kecilnya satuan Shutter Speed dapat ditentukan sendiri dengan mengatur besar kecilnya satuan speed serta besarnya Diafragma/Aperture.

- Diafragma/Aperture

Diafragma adalah lubang dalam lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Diafragma memiliki satuan angka, setiap lensa memiliki bukaan diafragma yang berbeda. Biasanya ukuran Diafragma dimulai dengan angka 2.8-4-5.6-8-11-16-22. Namun ada beberapa lensa yang memiliki bukaan diafragma yang lebih besar, contohnya lensa fixed atau lensa EF 50mm f/1.8 atau EF 50mm f/1.2L milik canon. Besar kecilnya bukaan diafragma yang kita pilih akan menghasilkan foto yang berbeda. Bukaan diafragma yang kecil akan menghasilkan ruang tajam yang luas. Sedangkan bukaan diafragma yang besar akan membuat ruang tajam yang sempit (blur/bokeh). Atau mudahnya, Diafragma atau aperture artinya bukaan lensa. efeknya, makin besar bukaan, maka makin besar kecepatan yang dibutuhkan, speed yang dibutuhkan makin tinggi . Efek lainnya, makin besar bukaan, makin sempit ruang tajamnya, artinya makin besar efek blur yang didapat untuk daerah diluar ruang tajam yang fokus.


foto dengan bukaan diafragma sempit f/8 semua sudut tetap tajam





foto dengan bukaan diafragma besar f/2 BG tampak Blur


 - ISO

ISO adalah standard kategori film atau yang dulu biasa disebut ASA ( American Standard Association) yang mengindikasikan besar kepekaan sensor terhadap cahaya. Semakin kecil angka ISO, semakin rendah kepekaannya terhadap cahaya. Kepekaan cahaya ini sangat menjadi prioritas dalam pemotretan. Biasanya bila kita ingin memotret pada suasana cahaya yang terang maka, kita dianjurkan memakai ISO 100 atau film dengan kecepatan rendah. Ukuran ISO pada kamera ada berbagai jenis ukuran, yaitu:
100-200-400-800-1600-3200-6400 dan 12800.

Demikian sedikit info tentang dasar-dasar fotografi dari saya. baca juga artikel saya yang lainnya yang saya akan share di kesempatan berikutnya. tetap semangat, belajar dan berimajinasi di dunia fotografi.


Salam jepret

Senin, 25 Februari 2013

INTRODUCING

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT yang akhirnya gw bisa membuat blog untuk diri saya sendiri. Singkat ajah perkenalkan nama gw Rudi dan gw adalah seorang yg cinta dunia fotografi. Fotografi adalah seni yang sangat gw sukai dari semenjak sekolah dulu. namun beberapa waktu yang lalu dan sampai sekarang gw lebih tekuni hobi saya ini. Menurut gw fotografi adalah dunia khayal gw, disana gw bisa menuangkan imajnasi - imajinasi gw. Karena dari itu gw membuat blog ini untuk mempostingkan hasil - hasil imajinasi gw ke dalam seni fotografi dan memberikan informasi - informasi seputar fotografi.

Salam jepret :D